Seksualitas Manusia

Seksualitas Manusia

a)      Mengapa tidak boleh melakukan seks diluar nikah, masturbasi, atau menikmati pornografi? Bila seks itu dosa, mengapa seks diciptakan Tuhan?

  • Seks (seksualitas manusia) merupakan suatu yang kudus. Hubungan seksual merupakan suatu yang kudus pula sebenarnya, tetapi bila dilandasi cinta yang murni. Untuk memudahkan, Paus Yohanes Paulus II menyebutkan 4 syarat suatu cinta dikatakan cinta yang sejati (true love). Empat syarat itu adalah Fruitful, Faithful, Total dan Free. Bila ada salah satu saja syarat tersebut yang dilanggar, tidak dapat dikatakan suatu cinta sejati.
  • Hubungan seksual diluar pernikahan merupakan hubungan seksual yang tidak dilandasi cinta sejati. Tidak ada komitmen untuk mencintai seperti pada suami-istri. (Not Faithful) Hubungan seksual yang dilakukan diluar pernikahan merupakan dosa. Karena masing-masing hanya melakukan hubungan seksual untuk memenuhi egoisme masing-masing.

b)      Apakah masturbasi itu dosa? Apakah benar bahwa menurut medis, masturbasi itu sehat?

  • Masturbasi merupakan dosa yang mendatangkan kematian (mortal sin). Pria yang melakukan masturbasi membuang mani begitu saja. Seperti kisah Onan dalam kitab Kejadian berikut, “Tetapi Onan tahu, bahwa bukan ia yang empunya keturunannya nanti, sebab itu setiap kali ia menghampiri isteri kakaknya itu, ia membiarkan maninya terbuang, supaya ia jangan memberi keturunan kepada kakaknya. Tetapi yang dilakukannya itu adalah jahat di mata TUHAN.” (Kejadian 38:9).
  • Tetapi penyebab utama masturbasi adalah dosa yaitu karena dengan melakukan masturbasi, seorang seperti melakukan seks dengan dirinya sendiri. Seks tidak dilakukan sesuai kodrat ciptaan Tuhan, tetapi hanya untuk memuaskan dirinya sendiri.
  • Tidak ada penelitian yang pasti (ada yang mengatakan sehat, ada yang mengatakan tidak sehat). Tetapi pembuangan mani yang diproduksi laki-laki umumnya dapat terjadi secara alamiah, tanpa rangsangan seksual. Secara logis, kita dapat berpikir, seorang laki-laki muda yang sering melakukan masturbasi, sering membuang maninya, sehingga kualitas mani saat ia benar-benar melakukan pembuahan tidak sebaik kualitas mani laki-laki yang tidak melakukan masturbasi.

c)      Apakah melihat gambar-gambar pornografi itu dosa?

  • Menikmati pornografi adalah suatu dosa. Pertama karena pelaku mengambil apa yang bukan miliknya dari model yang ia lihat. Dan biasanya menikmati pornografi dapat berlanjut kepada masturbasi atau orientasi seks yang tidak murni, yaitu seks untuk mengambil sebanyak-banyaknya dari pasangan. Bukannya memberi tetapi mengambil.
  • Kedua, secara mental pornografi merusak mental dan merusak kemampuan manusia untuk mencintai dengan murni. Pada otak penikmat pornografi terekam suatu kegiatan mengambil, mengambil dan mengambil untuk kesenangan diri sendiri. Pornografi juga merusak hubungan pernikahan. Seorang muda yang sering menikmati pornografi akan kehilangan kemampuannya untuk mencintai pasangan dengan murni dan tulus.

d)      Bagaimana dengan alat kontrasepsi? Mengapa Gereja Katolik begitu menentangnya?

  • Seperti 4 syarat cinta oleh Paus Yohanes Paulus 2 diatas, hubungan seksual suami-istri yang menggunakan alat kontrasepsi menghapuskan syarat ‘Fruitful’ atau berbuah. Secara tidak langsung suami-istri membunuh kehidupan yang mungkin saja muncul dari hubungan seksual tersebut. Dengan menghindari beban menciptakan kehidupan ini, hubungan seksual tidak dilakukan sesuai kodrat semula, tetapi lagi-lagi hanyalah bentuk keegoisan pasangan suami-istri.

e)      Apakah Gereja Katolik juga tidak menyetujui teknologi bayi tabung? Apakah Gereja menentang teknologi-teknologi yang ada pada zaman sekarang?

  • Gereja tidak pernah menentang suatu peradaban teknologi. Gereja mendukung kemajuan teknologi. Tetapi terkadang ada beberapa jenis teknologi yang dianggap tidak sesuai hukum Gereja dan tidak sesuai dengan kodrat manusia.
  • Pertama, untuk membuat bayi tabung, diperlukan sperma dari pria. Maka pria pasti diminta untuk melakukan masturbasi. Masturbasi itu adalah dosa. Tidak semua sperma yang dikeluarkan dipakai. Sperma yang dianggap tidak berkualitas dibuang.
  • Kedua, pembuahan pada bayi tabung tidak dilakukan secara almiah, tetapi oleh buatan tangan manusia. Padahal misteri penciptaan manusia itu adalah hak Tuhan, bukan hak manusia. Apalagi memilih-milih kualitas anak yang nantinya lahir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s