Ketika Paskah Berlalu

Empat puluh hari sebelum Paskah kita melakukan pantang dan puasa. Kita tidak melakukan apa yang biasa kita lakukan. Kita meninggalkan hal-hal yang terasa enak. Kita melupakan hal-hal duniawi yang tidak perlu itu sejenak agar kita dapat membuktikan bahwa kita dapat saja hidup tanpa hal-hal itu. Serta menunjukkan bahwa Tuhan lebih utama daripada hal-hal duniawi tersebut.

Mungkin ada yang pantang jajan, ada yang puasa nonton bioskop, ada yang pantang makan permen, pantang belanja yang tidak perlu, atau mungkin ada yang pantang buka facebook? Lalu ada juga diantara kita yang lebih menambah waktu untuk berdoa, seperti memulai kebiasaan doa pagi atau doa malam, mulai berdoa Rosario, atau kembali kepada Ekaristi. Kita sedikit membuat diri kita tidak nyaman agar kita dapat lebih memfokuskan diri pada sengsara Yesus yang juga tidak enak bagi Yesus. We’re back to Jesus.

Tetapi setelah masa Pra-Paskah kita lalui, setelah kita tidak berpantang dan berpuasa lagi, apa yang kita lakukan? Apakah kembali seperti saat sebelum Pra-Paskah? Apakah kembali meninggalkan Yesus dan tidak lagi berdoa? Tuhan tidak pernah memaksa kita untuk mengikuti Dia. Kemana kita mau melangkah sesudah Paskah? Pilihannya sebenarnya terserah kita.

Pilihan itu adalah buah TOMAT. Kita harus memilih hanya setengah dari buah tersebut, apakah TObat atau kuMAT? Apakah kita memilih jalan keluar dari Yerusalem seperti yang dilakukan murid-murid di Emaus? Yang artinya kembali ke kehidupan lama dan meninggalkan Yesus. Atau tetap setia berada di Yerusalem, berada di hadirat Tuhan dan menyaksikan karya penyelamatan Tuhan dan menerima Roh Kudus-Nya?

Sepanjang hidup kita sebenarnya adalah masa Pra-Paskah. Setiap hari yang baru adalah kesempatan baru untuk bertobat dan memulai hidup yang baru. Pertobatan tidak hanya saat Paskah saja, tetapi pertobatan itu terus menerus, setiap hari, setiap jam hingga setiap menit. Pantang dan puasa tidak hanya dalam masa Pra-Paskah saja. Begitu pula dengan Sakramen Tobat, kita bisa menerima Sakramen Tobat diluar Masa Pra-Paskah.

Pilihannya ada di tangan kita masing-masing, bukan di tangan orang tua kita, bukan di tangan teman kita, atau di tangan orang lain. Bila ada teman-teman yang kembali ke Emaus dan meninggalkan Yerusalem, biarlah kita tetap di Yerusalem. Marilah kita tetap memilih Tuhan dan setia kepada-Nya. Sebab Tuhan akan memberikan Roh Kudus kepada orang-orang yang setia bertekun di dalam-Nya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s